Hallo Moms..selamat datang di Blog Milis Ibu-Ibu Chevron Duri

Jumat, 20 Februari 2009

[MIICD Goes Green] Workshop Barang Bekas

Hallo moms...
Untuk ikut mengkampanyekan kepedulian lingkungan, maka MIICD mengadakan workshop barang bekas, di rumah Ibu Ari pada hari Khamis (19 Februari) dan Jumat (20 Februari). Dibawah komando bu Jane, Ibu ibu sangat semangat membuat mainan kompor dari kardus bekas. Pengalaman yang tentunya sangat menyenangkan.

Barang-barang yang diperlukan untuk membuat mainan kompor :

-Kardus berbagai ukuran (agak besar lebih baik)
Kardus agak besar berbagai ukuranuntuk body kompor... tergantung tinggi anak, kira-kira mau setinggi apa kompornya. Misalnya dus aqua gelas, kalo diberdirikan horisontal mungkin susun 2, kalau vertikal (tegak) mungkin tinggal diberi tambahan kaki. Sebagian kardus akan dipotong-potong untuk kaki, tulang penguat bagian dalam, pintu ovennya dll...

-Kertas Koran
Kertas koran, butuh cukup banyak selain untuk alas biar rumah ibu Ari tidak terlalu kotor...ehm,
terutama untuk melapis. Nanti body kompor yg sudah terbentuk akan kita lapis dengan kertas koran yg diberi lem PVAC yang telah dicairkan. Mengulasnya menggunakan kuas (karena itu butuh kuas besar ukuran 1/4 atau 1/2) bisa didapat di toko besi...Tapi kalo gak ada sebetulnya ga harus beli...kita bisa share, saya sendiri kebetulan punya lebih dari 1 kuas.... Keuntungannya, untuk menutupi celah2 sambungan kardus dan membuat body jadi lebih kuat dan keras.

-Pompa tempat sabun cair untuk kerannya Pompa bekas sabun cair (kalau bisa yg sudah rusak) dipakai untuk kerannya butuh cuma 1 buah

-Wadah es krim bekas (buat sink-nya). Tempat es krim untuk sink, butuh satu (kalau ukuran eskrimnya 1 ltr ya) kalau lebih kecil bisa pakai 2.

-Berbagai tutup botol untuk "knop". Knop2 tutup botol aqua, atau tutup botol apa aja, butuh 4 atau 5..tergantung elemen pemanasnya ada berapa...kalau 2, mungkin hanya butuh 3, (1 untuk oven)

-Cat tembok yang berbahan dasar air (putih atau warna lain sesuai selera). Cat tembok lebih murah dan butuh banyak (beli yg 1 kg cukup berdua atau bertiga mungkin). Kenapa berbahan dasar air (water base), karena tidak beracun, aman untuk anak2. Cat berbahan dasar terpentin (cat minyak) itu umumnya beracun dan berbahaya buat anak2, dan ortunya juga kalo alergi...

-Plastik mika (yg untuk sampul menjilid) butuh 1 lembar saja untuk jendela oven.

-CD/ DVD rusak buat elemen pemanas
-Cutter
-Gunting
-Penggaris besi
-Alat tulis (pinsil/spidol/ bolpen)
-Ember kecil
-Kuas berbagai ukuran
-Lem PVAC (lem Fox)
-Lakban kertas yg lebar. 1 gulung
-lem cap kambing

Berikut ini foto foto liputan pengerjaannya.

Mendengar Pengarahan dari sang Project Manager, mba Jane

Kak Eni & Team sedang membuat pola

Saling bekerja sama, mba Vitri menggambar pola, mba Ari memotong

Jangan lupa dibuat "tulangannya" supaya kompornya nanti lebih kokoh

Wah gunting mba Vitri sampai terbelah hehehe.


Dua kardus kecil bisa digabungkan menjadi satu seperti punya mba Elly

Begini bentuk kardus yang sudah dipotong...udah kebayang kompor nya kan moms..

Mba Jane, membuat pola pintu oven

Lalu digunting dan dipasangin plastik mika untuk kaca ovennya (bolongan yang didekat tangan teh Lina itu untuk sink kompornya..bisa memakai kotak es krim bekas)

Suguhan makanan lezat dari tuan rumah yang baiikk banget...yuummm

Punya mba Ati paling gede..karena princess nya dua orang heheheehe

Tahap selanjutnya dikasi lem FOX

Lalu ditempelin koran bekas sebelum nanti dicat

Anak-anak juga senang banget ikutan membantu ibunya

Hasil karya Shafa dan Gibran

Setelah lem mengering (besok hari nya), kompor bisa dicat sesuai selera

Boleh dicat warna pink, kuning ato merah (sesuai request sang anak tentunya hehehe)

Ayo antrii...tante Ari mau bagi bagi permen hehehehe

Kompornya boleh juga dilukis...supaya makin cantik (tebak tangannya siapa...pastinya mba Jane hehehehehe)

Anak-anak semangat ikutan melukis kompornya

Kiki sedang mengambar bunga di kompornya

Kiki juga menggambar cap tangan di kompor...seru ya Ki

Lalu dibikin elemen kompornya...terbuat dari batang eskrim yang ditempel ke CD bekas

Sambil gendong dedek Fahri, tante Widia tetap nge cat..

Tante Jane lagi bikin mobil, request nya Shafa dan Gibran

Tante Jane jago sekali melukis...saluuut

Nahhh...begini ni bentuk kompornya...selanjutnya tinggal pasang knob dari tutup botol dan keran nya dari pompa sabun cair, gambar komplitnya menyusul ya...tante silvi nya keburu cabut hehehehehe

Seru banget ya moms...ternyata dengan bermodalkan bahan bekas, kita bisa bikin suatu barang yang sangat berdaya guna dan bermanfaat. Bikinnya gampang, murah biayanya...dan tentunya turut menyelamatkan lingkungan.

Terimakasih untuk mba Jane yang sudah menuangkan idenya yang briliyant untuk membuat kompor yang cantik, terimakasih untuk mba Ari yang bersedia rumahnya bengkel workshop hehehehe dan juga suguhan makannya yang yummmyyyy....wahhh salut buat mba Ari. Terimakasih juga untuk moms yang berpartisipasi ada mba Ati, mba Widia, mba Elly, mba Vitri, mba Eni, mba Garli, mba Asti, mba Naeke, mba Virda, mba Fitri, mba Didie, Teh Lina, Teh Irin, mba Nurul dan mba Idha.




Selengkapnya....

Selasa, 17 Februari 2009

Kopdar & HUT MIICD ke-1


Hallo moms...
Duh maaf ya moms liputan kopdarnya kelamaan. Wahhh senang banget akhirnya kodpar MIICD & HUT MIICD ke-1 terlaksana dengan meriah. Kopdar diadakan pada tanggal 4 Februari 2009 di teras belakang Widuri Club. Moms yang hadir ada sekitar 70 orang.... seruuu banget, acara diisi dengan berbagai games dan segudang doorprize. Terimakasih ya moms sudah menghangatkan tali silaturahmi kita selama 1 tahun ini. Terimakasih untuk moms yang memeriahkan milis, yang sudah datang ke milis, yang menyumbang tenaga, fikiran, makanan, dan hadiah doorprize yang luar biasa. Semoga keakraban kita selalu hangat dan semakin erat.

Berikut ini slide foto-foto di acara kopdar MIICD....(Photo by mba Devi Azumar..thanks ya mba). Enjoy the picts ya mom.





Selengkapnya....

Senin, 02 Februari 2009

Dadar Gulung Coklat Isi Vla


Recipes By Airin's Kitchen

Bahan Isian:
400 cc Susu cair
75 gr gula pasir
1/4 sdt garam
30 gr tepung maizena
1 kuning telur
1 sdt essence almond

Cara membuat:

Cairkan maizena dengan 5 sdm susu cair, aduk, sisihkan. Aduk kuning telur dengan 2 sdm susu cair, sisihkan.
Campur sisa susu dengan gula pasir dan garam, didihkan diatas api sedang.
Setelah susu mendidih segera masukkan maizena cair, aduk cepat hingga adonan kental dan meletup-letup.
Masukkan campuran kuning telur, aduk kembali hingga rata.
Matikan Api, angkat. Dinginkan.
Setelah dingin, tambahkan essence almond.

Bahan dadar:
130 gr Terigu segitiga
350 cc santan encer
1 btr telur
1/4 sdt garam
1 sdm coklat bubuk

Cara membuat:
Taruh terigu, coklat bubuk dan garam dalam wadah, tambahkan telur, aduk (menggunakan whisk lebih mudah) sambil ditambahkan santan encer sedikit sedikit. Aduk hingga adonan licin (tidak menggumpal), sisihkan. Panaskan wajan teflon diameter 12 cm diatas api sedang, olesi dengan sedikit minyak goreng. Buat dadar tipis sampai bahan habis.

Penyelesaian:
Taruh 1 sdm bahan isian diatas selembar dadar, lipat dan gulung membentuk dadar gulung. Sajikan...

Untuk 20 buah.

Monggo dicoba...

Selengkapnya....

Kamis, 11 Desember 2008

Bedah Resep Cup Cakes MIICD

Hallo Moms, inilah reportase bedah resep ke 2 dirumah Irin Kristanto. Serunya membuat cup cakes ala moms MIICD bisa dilihat jepretannya dibawah ini. Lihat deh, cantik-cantik semuanya...... Gak nyangka ya, ternyata moms MIICD banyak yang berbakat ...

Tuuh... hasil karya moms MIICD.

Sebelum dimakan, hasil karyanya dikumpulkan dulu baru dinilai ibu Guru, xixixi..

Bu Nurul sedang smile, sebelahnya bu pipit, bu Bresti, bu Ella, Bu Irin, & Bu Ari.




Selesai bedah resep gak lupa kita photo bareng dulu...
Gimana ngabsennya nih? kebanyakan,
ayo moms bantu ngabsen dong..




















Selengkapnya....

Senin, 10 November 2008

Forum Untuk Ibu, Berbagi Ilmu

Apakah sulit menjadi seorang Ibu? Mungkin tidak bagi anda, tapi bagi sekelompok ibu yang berkumpul di rumah mba Wita Hendardijati, hari Senin 10 November 2008 pagi kemarin, menjadi ibu sungguh tidak mudah.

Bukan saja karena makin banyaknya sumber dan makin mudahnya akses informasi yang kadang malah membingungkan. Banyak di antara kita yang tidak pernah mempelajari keahlian yang dibutuhkan seorang ibu sebelumnya.Sistem pendidikan yang berorientasi akademis dan teknis lupa memasukkan nilai-nilai yang perlu dipelajari saat kita harus menekuni karir hidup sesungguhnya, yaitu karir sebagai orang tua. Menjadi ibu dianggap sesuatu yang bisa dilakukan dengan sendirinya, dituntun oleh naluri.

Menghadapi berbagai masalah anak, orang tua, khususnya Ibu seringkali bingung. Pusing.. pusing.. apa lagi nih yang bisa dilakukan. Semua ilmu yang pernah dibaca atau dipelajari seakan hilang saat dihadapkan pada emosi yang kian bergejolak saat berhadapan dengan sikap atau perilaku anak yang tidak diinginkan. Padahal, seperti kata mba Wita, sesungguhnya untuk membesarkan seorang anak dibutuhkan ilmu dan kesabaran yang luas.



Selain itu, menjadi ibu juga memiliki beban moral yang berat. Saat anak kita tumbuh dengan suatu nilai/karakter tertentu. Secara moral, seorang ibu akan merasa bertanggung jawab. Apalagi di masa kini, tuntutan makin berat bagi seorang anak. Bukan saja secara akademis, tapi juga secara sosial, ektra kurikuler dan informasi. Begitu banyak yang harus dilakukan seorang ibu untuk membesarkan anak yang hebat.

Belum lagi harapan dan keinginan antara anak dan orangtua, khususnya Ibu yang seringkali berbeda. Bahkan, betapa sulitnya memahami keinginan anak. Berbagai perbedaan yang terbentang antara orang tua dan anak menjadi jurang yang harus dijembatani. Berbagai usaha yang dilakukan ibu, tidak bersifat matematis karena tidak ada kebenaran mutlak. Metode yang berhasil dipakai saat ini, belum tentu berhasil untuk besok, apalagi lusa.

Menurut mba Wita, seorang Super Mom bukanlah sesuatu yang ideal. Seorang Super Mom, ibu yang serba bisa, biasanya cenderung melakukan segala sesuatu untuk anaknya, sehingga dikhawatirkan bisa mengurangi kemandirian anaknya. Tuntutan lingkungan yang sangat tinggi akan kesempurnaan seorang ibu juga bisa mengurangi rasa percaya diri ibu dalam membesarkan anak-anaknya.

Forum Komunikasi Anak Sebaya bertujuan menjadi wadah komunikasi dan sinergi dari para ibu dengan umur anak yang sebaya. Diharapkan dengan adanya wadah tersebut, bisa menjadi salah satu sumber ilmu dan informasi yang bermanfaat bagi para ibu dalam mengatasi masalah pengasuhan anak sehari-hari. Diharapkan dalam forum ini para ibu bisa saling berdiskusi dan berbagi masalah, ilmu dan solusi.

Forum ini dimotori oleh Mba Wita Hendardijati, seorang psikolog yang selama ini memang telah menjadi tempat bertanya para Ibu di camp Duri. Forum ini telah terbentuk dengan beberapa kelompok ibu yang terbagi sesuai usia anak yang sebaya. Mengapa sebaya? Karena anak yang sebaya cenderung memiliki perkembangan dan masalah yang mirip, terutama untuk anak di bawah umur 5 tahun.

Semoga dengan adanya forum ini, para ibu memiliki tempat yang tepat untuk berbagi ilmu, dan saling membantu memperkuat diri, untuk membesarkan anak-anak yang hebat titipan Allah. Amin.

Selengkapnya....

Defensive Driving for Moms

Untuk menambah pengetahuan mengenai keselamatan mengemudi, MIICD mengadakan Seminar "Defensive Driving for Moms" yang diselenggarakan pada hari Minggu, 9 November 2008, di Bekasap Conference Room-Old Main Office, Chevron Duri. Seminar ini diberikan oleh Bapak Suyitno yang merupakan instruktur DDC untuk Chevron Employee. Materi dasarnya sama dengan materi yang diberikan kepada pegawai Chevron, tapi penyampaiannya "disederhanakan" dan dibuat fun untuk Ibu-Ibu.








Berikut ini adalah sedikit ulasan mengenai seminar DDC ini. Mengemudi merupakan kegiatan yang tidak boleh digabungkan dengan kegiatan yang lain seperti misalnya berbicara di HP, sedang memikirkan suatu masalah, dll. Artinya mengemudi adalah aktivitas yang memerlukan konsentrasi penuh. Jika memang ada hal yang mengganggu dan mendesak, maka meminggirkan mobil adalah hal yang sangat dianjurkan.

Hal yang perlu disiapkan saat mengemudi adalah :
  • Kesiapan mental kita dalam mengemudi. Dengan mental dan emosi yang siap untuk mengemudi, maka kita dapat mengemudi dengan tenang.
  • Kesiapan kendaraan yaitu posisi tempat duduk, spion, lampu sein, lampu mobil, dan mesin mobil (oli, air radiator, air batere, minyak rem, minya power steering, dan air wiper)

Lima kunci keselamatan dalam mengemudi adalah :

1. Arahkan Pandangan Jauh Kedepan
Dengan mengarahkan pandangan jauh kedepan, kita bisa mengenal kondisi jalan di depan, dengan begitu akan mempermudah kita untuk mengambil keputusan lebih cepat jika ada hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan mengarahkan pandangan jauh ke depan, kesiapan kita untuk mecegah hal buruk akan tereksekusi lebih cepat dan lebih baik.

2. Dapatkan Gambaran yang Luas di Sekeliling Kendaraan
Pada saat menyetir mobil, pandangan sebaiknya tidak hanya tertuju ke depan, tetapi juga diarahkan ke sekililing kendaraan (kiri dan kanan). Hal memungkinkan kita lebih siap menghadapi kendaraan lain yang tiba-tiba muncul dari kiri dan kanan.

3. Aktifkan Mata
Jangan membiarkan tatapan kosong dan terpaku pada satu arah, usahakan agar mata bergerak setiap 2 detik untuk melihat kondisi di sekitar kendaraan.

4. Perhatikan Jalan Keluar
Kenali kondisi jalan dan perhatikan area yang bisa memungkinkan menjadi jalan keluar juntuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Menjaga jarak dengan mobil di depan adalah hal yang sangat penting. Jika jalan dalam keadaan macet, ambilah jarak dengan kendaraan di depan yang kira-kira bisa memungkinkan kita melepaskan diri dari kemacetan.

5. Pastikan Orang Lain Melihat Anda
Penyebab utama dari kecelakaan adalah salah satu pihak tidak melihat keberadaan pihak lain. Oleh karena itu, pastikan selalu orang lain melihat anda. Hal ini bisa dilakukan dengan cara membunyikan klakson, mengedipkan lampu dim atau melambaikan tangan.

Kelemahan terbesar Ibu-Ibu dalam menyetir mobil adalah terpecahnya konsentrasi mengemudi dengan permasalahan lain. Adalah hal yang penting sekali untuk "meninggalkan" permasalahan selama mengemudi untuk berkonsetrasi penuh di jalan. Karena jika pikiran kita terpecah antara mengemudi dan memikirkan suatu masalah maka keselamatan mengemudi akan terganggu, lagipula masalah yang dipikirkan pun tidak dapat kita selesaikan saat mengemudi. Konsentrasi mengemudi juga sering terganggu jika pengemudi dalam keadaan terburu-buru karena telat ke tempat tujuan. Untuk hal ini, sangatlah penting mengalihkan pikiran bahwa kita harus sampai dengan selamat, bukan "memburu waktu" yang sebenarnya memang sudah telat.

Dalam seminar ini juga dibahas mengenai mengemudi mundur. Sebenarnya lebih baik jika kita menghindari mengemudi mundur karena resikonya yang besar. Namun jika terpaksa harus memundurkan mobil, maka keselamatan harus benar-benar diperhatikan. Hal-Hal yang menyebabkan kecelakaan mundur antara lain :
- mundur yang tidak diperlukan
- daerah yang tidak terlihat
- bentuk kendaraan yang menyulitkan kita memperkirakan jarak mundur
- jarang mempraktekkan mengemudi mundur
- persiapan mental yang kurang saat memundurkan mobil
- tidak cukup informasi sekitar mobil saat mundur

Tips-tips yang perlu diperhatikan saat memundurkan mobil :
- Arahkan pandangan jauh. Lihat, pikirkan kapan harus memundurkan mobil.
- Perhatikan seluruh area sebelum bergerak, bisa meminta bantuan orang lain atau turun dari mobil.
- Akifkan mata, jangan terlalu terpaku pada satu arah. Lihat depan, samping kanan dan kiri.
- Pastikan jalan keluar/rongga keselamatan.
- Pastikan orang melihat keberadaan kita menggunakan lampu,klakson atau kontak mata.
- Sebelum menggerakkan mobil mundur, bunyikan klakson untuk menghindari orang mendekat di belakang mobil.
- Jangan memaksa mundur jika pandangan terhalang.

Tips-tips mendahului kendaraan lain di depan:
- lihat kondisi jauh ke depan, apakah cukup aman untuk memotong. Perhatikan jarak mobil lawan dari arah depan.
- Hidupkan lampu sein
- Beri sinyal klakson atau lampu dim untuk berkomunikasi dengan pengemudi mobil yang akan kita dahului.
- Jika pengemudi sudah mengetahui keberadaan kita dan keadaan di depan cukup aman, kita bisa mendahului mobil lain dengan hati-hati.

Tips jika terjadi pecah ban:
-Jika ban belakang pecah, segera pijak rem.
-Jika ban depan pecah, kurangi kecepatan dan tetap pegang stir mobil dengan kuat agar arah kendaraan tetap stabil.

Ibu yang membawa anak kecil sangat dianjurkan untuk meletakkan anaknya di car seat/booster yang sesuai dengan usia anak. Jika memungkinkan, bawalah satu orang lagi yang bisa menjaga si kecil saat ibu mengemudi untuk menghindari pecahnya konsentrasi saat si anak meminta sesuatu/ menangis. Jangan pernah meninggalkan anak sendirian dalam mobil, baik dalam keadaan mobil hidup ataupun mati. Karena hal ini sangat membahayakan anak.

Semoga dengan pengetahuan Defensive Driving ini, diharapkan moms yang sehari-harinya tentunya memiliki mobilitas tinggi dan sering mengemudikan mobil, lebih aware dan fokus pada keselamatan mengemudi. Acara Defensivi Driving ini sangat menarik dan kemungkinan akan dilaksanakan secara reguler ke depannya nanti.



Selengkapnya....

Jumat, 07 November 2008

Bahaya Handphone di pesawat

Info menarik untuk dibaca...

Rakyat High-Class, Tapi .....
Saya sedih mendengar terbakarnya pesawat Garuda, GA 200 pada tanggal 7 Maret 2007, pukul 07.00 pagi, jurusan Jakarta-Yogyakarta di Bandara Adisucipto.

Kejadian itu sungguh menyayat hati dan perasaan.
Kemudian saya teringat beberapa bulan yang lalu terbang ke Batam dengan menggunakan pesawat Garuda juga. Di dalam pesawat duduk disamping saya seorang warga Jerman.

Pada saat itu dia merasa sangat gusar dan terlihat marah, karena tiba-tiba mendengar suara handphone tanda sms masuk dari salah satu penumpang, dimana pada saat itu pesawat dalam posisi mau mendarat. Orang ini terlihat ingin menegur tetapi tidak berdaya karena bukan merupakan tugasnya.
Langsung saya tanya kenapa tiba-tiba dia bersikap seperti itu, kemudian dia bercerita bahwa dia adalah manager salah satu perusahaan industri, dimana dia adalah supervisor khusus mesin turbin. Saat dia melaksanakan tugasnya tiba-tiba mesin turbin mati, setelah diselidiki ternyata ada salah satu petugas sedang menggunaka HP didalam ruangan mesin turbin.
Orang Jerman ini menjelaskan bahwa apabila frekwensi HP dengan mesin turbin ini kebetulan sama dan sinergi ini akan berakibat mengganggu jalannya turbin tersebut, lebih fatal lagi berakibat turbin bisa langsung mati.
Cerita ini langsung saya kaitkan dengan peristiwa diatas, kalau saya tidak salah mendengar mesin pesawat tiba-tiba mati pada saat mau mendarat.
Mudah-mudahan peristiwa ini bukan akibat HP penumpang.


Semoga tulisan ini bermanfaat untuk masyarakat yang sering bepergian dengan pesawat. (KOMPAS) Rakyat kita ini memang High class.. Handphone nya Mahal, Transportasi pake pesawat. Tapi bodohnya gak ketulungan. Ada yang gak tau kenapa larangan itu dibuat, ada yang tau tapi tetap gak peduli. Orang indonesia harus selalu belajar dengan cara yang keras.

Buat yang belum tahu, kenapa Gak boleh menyalakan Handphone di pesawat, berikut penjelasannya:
Sekedar untuk informasi saja, mungkin rekan-rekan semua sudah mendengar berita mengenai kecelakaan pesawat yang baru "take-off" dari Lanud Polonia-Medan. Sampai saat ini penyebab kejadian tersebut belum diketahui dengan pasti.
Mungkin sekedar sharing saja buat kita semua yang memiliki dan menggunakan ponsel/telpon genggam atau apapun istilahnya. Ternyata menurut sumber informasi yang didapat dari ASRS (Aviation Safety Reporting System) bahwa ponsel mempunyai kontributor yang besar terhadap keselamatan penerbangan.
Sudah banyak kasus kecelakaan pesawat terbang yang terjadi akibatkan oleh ponsel. Mungkin informasi dibawah ini dapat bermanfaat untuk kita semua, terlebih yang sering menggunakan pesawat terbang.
Contoh kasusnya antara lain:

Pesawat Crossair dengan nomor penerbangan LX498 baru saja "take-off" dari bandara Zurich , Swiss. Sebentar kemudian pesawat menukik jatuh. Sepuluh penumpangnya tewas. Penyelidik menemukan bukti adanya gangguan sinyal ponsel terhadap sistem kemudi pesawat.
Sebuah pesawat Slovenia Air dalam penerbangan menuju Sarajevo melakukan pendaratan darurat karena sistem alarm di kokpit penerbang terus meraung-raung. Ternyata, sebuah ponsel di dalam kopor dibagasi lupa dimatikan, dan menyebabkan gangguan terhadap sistem navigasi.

Boeing 747 Qantas tiba-tiba miring ke satu sisi dan mendaki lagi setinggi 700 kaki justru ketika sedang "final approach" untuk "landing" di bandara Heathrow, London. Penyebabnya adalah karena tiga penumpang belum mematikan komputer, CD player, dan electronic game masing-masing (The Australian, 23-9-1998).

Seperti kita tahu di Indonesia ? Begitu roda-roda pesawat menjejak landasan, langsung saja terdengar bunyi beberapa ponsel yang baru saja diaktifkan.
Para "pelanggar hukum" itu seolah-olah tak mengerti, bahwa perbuatan mereka dapat mencelakai penumpang lain, disamping merupakan gangguan (nuisance)terhadap kenyamanan orang lain.
Dapat dimaklumi, mereka pada umumnya memang belum memahami tatakrama menggunakan ponsel, disamping juga belum mengerti bahaya yang dapat ditimbulkan ponsel dan alat elektronik lainnya terhadap sistem navigasi dan kemudi pesawat terbang. Untuk itulah ponsel harus dimatikan, tidak hanya di-switch agar tidak berdering selama berada di dalam pesawat.

Berikut merupakan bentuk ganguan-gangguan yang terjadi di pesawat:
Arah terbang melenceng, Indikator HSI (Horizontal Situation Indicator)terganggu , Gangguan penyebab VOR (VHF Omnidirectional Receiver) tak terdengar, Gangguan sistem navigasi, Gangguan frekuensi komunikasi, Gangguan indikator bahan bakar, Gangguan sistem kemudi otomatis, Semua gangguan diatas diakibatkan oleh ponsel, sedangkan gangguan lainnya seperti Gangguan arah kompas komputer diakibatkan oleh CD & game Gangguan indikator CDI (Course Deviation Indicator) diakibatkan oleh gameboy Semua informasi diatas adalah bersumber dari ASRS.
Dengan melihat daftar gangguan diatas kita bisa melihat bahwa bukan saja ketika pesawat sedang terbang, tetapi ketika pesawat sedang bergerak di landasan pun terjadi gangguan yang cukup besar akibat penggunaan ponsel.
Kebisingan pada headset para penerbang dan terputus-putusnya suara mengakibatkan penerbang tak dapat menerima instruksi dari menara pengawas dengan baik.
Untuk diketahui, ponsel tidak hanya mengirim dan menerima gelombang radio melainkan juga meradiasikan tenaga listrik untuk menjangkau BTS (Base Transceiver Station). Sebuah ponsel dapat menjangkau BTS yang berjarak 35 kilometer. Artinya, pada ketinggian 30.000 kaki, sebuah ponsel bisa menjangkau ratusan BTS yang berada dibawahnya. (Di Jakarta saja diperkirakan ada sekitar 600 BTS yang semuanya dapat sekaligus terjangkau oleh sebuah ponsel aktif di pesawat terbang yang sedang bergerak di atas Jakarta ). (Varis/pertamina) Sebagai mahluk modern, sebaiknya kita ingat bahwa pelanggaran hukum adalah juga pelanggaran etika. Tidakkah kita malu dianggap sebagai orang yang tidak peduli akan keselamatan orang lain, melanggar hukum, dan sekaligus tidak tahu tata krama?
Sekiranya bila kita naik pesawat, bersabarlah sebentar. Semua orang tahu kita memiliki ponsel. Semua orang tahu kita sedang bergegas. Semua orang tahu kita orang penting. Tetapi, demi keselamatan sesama, dan demi sopan santun menghargai sesama, janganlah mengaktifkan ponsel selama di dalam pesawat terbang.

Semoga suatu hari rakyat kita bisa sedikit lebih pintar.

Selengkapnya....

  © Blogger templates Newspaper III by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP