Hallo Moms..selamat datang di Blog Milis Ibu-Ibu Chevron Duri
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Februari 2009

[MIICD Goes Green] Workshop Barang Bekas

Hallo moms...
Untuk ikut mengkampanyekan kepedulian lingkungan, maka MIICD mengadakan workshop barang bekas, di rumah Ibu Ari pada hari Khamis (19 Februari) dan Jumat (20 Februari). Dibawah komando bu Jane, Ibu ibu sangat semangat membuat mainan kompor dari kardus bekas. Pengalaman yang tentunya sangat menyenangkan.

Barang-barang yang diperlukan untuk membuat mainan kompor :

-Kardus berbagai ukuran (agak besar lebih baik)
Kardus agak besar berbagai ukuranuntuk body kompor... tergantung tinggi anak, kira-kira mau setinggi apa kompornya. Misalnya dus aqua gelas, kalo diberdirikan horisontal mungkin susun 2, kalau vertikal (tegak) mungkin tinggal diberi tambahan kaki. Sebagian kardus akan dipotong-potong untuk kaki, tulang penguat bagian dalam, pintu ovennya dll...

-Kertas Koran
Kertas koran, butuh cukup banyak selain untuk alas biar rumah ibu Ari tidak terlalu kotor...ehm,
terutama untuk melapis. Nanti body kompor yg sudah terbentuk akan kita lapis dengan kertas koran yg diberi lem PVAC yang telah dicairkan. Mengulasnya menggunakan kuas (karena itu butuh kuas besar ukuran 1/4 atau 1/2) bisa didapat di toko besi...Tapi kalo gak ada sebetulnya ga harus beli...kita bisa share, saya sendiri kebetulan punya lebih dari 1 kuas.... Keuntungannya, untuk menutupi celah2 sambungan kardus dan membuat body jadi lebih kuat dan keras.

-Pompa tempat sabun cair untuk kerannya Pompa bekas sabun cair (kalau bisa yg sudah rusak) dipakai untuk kerannya butuh cuma 1 buah

-Wadah es krim bekas (buat sink-nya). Tempat es krim untuk sink, butuh satu (kalau ukuran eskrimnya 1 ltr ya) kalau lebih kecil bisa pakai 2.

-Berbagai tutup botol untuk "knop". Knop2 tutup botol aqua, atau tutup botol apa aja, butuh 4 atau 5..tergantung elemen pemanasnya ada berapa...kalau 2, mungkin hanya butuh 3, (1 untuk oven)

-Cat tembok yang berbahan dasar air (putih atau warna lain sesuai selera). Cat tembok lebih murah dan butuh banyak (beli yg 1 kg cukup berdua atau bertiga mungkin). Kenapa berbahan dasar air (water base), karena tidak beracun, aman untuk anak2. Cat berbahan dasar terpentin (cat minyak) itu umumnya beracun dan berbahaya buat anak2, dan ortunya juga kalo alergi...

-Plastik mika (yg untuk sampul menjilid) butuh 1 lembar saja untuk jendela oven.

-CD/ DVD rusak buat elemen pemanas
-Cutter
-Gunting
-Penggaris besi
-Alat tulis (pinsil/spidol/ bolpen)
-Ember kecil
-Kuas berbagai ukuran
-Lem PVAC (lem Fox)
-Lakban kertas yg lebar. 1 gulung
-lem cap kambing

Berikut ini foto foto liputan pengerjaannya.

Mendengar Pengarahan dari sang Project Manager, mba Jane

Kak Eni & Team sedang membuat pola

Saling bekerja sama, mba Vitri menggambar pola, mba Ari memotong

Jangan lupa dibuat "tulangannya" supaya kompornya nanti lebih kokoh

Wah gunting mba Vitri sampai terbelah hehehe.


Dua kardus kecil bisa digabungkan menjadi satu seperti punya mba Elly

Begini bentuk kardus yang sudah dipotong...udah kebayang kompor nya kan moms..

Mba Jane, membuat pola pintu oven

Lalu digunting dan dipasangin plastik mika untuk kaca ovennya (bolongan yang didekat tangan teh Lina itu untuk sink kompornya..bisa memakai kotak es krim bekas)

Suguhan makanan lezat dari tuan rumah yang baiikk banget...yuummm

Punya mba Ati paling gede..karena princess nya dua orang heheheehe

Tahap selanjutnya dikasi lem FOX

Lalu ditempelin koran bekas sebelum nanti dicat

Anak-anak juga senang banget ikutan membantu ibunya

Hasil karya Shafa dan Gibran

Setelah lem mengering (besok hari nya), kompor bisa dicat sesuai selera

Boleh dicat warna pink, kuning ato merah (sesuai request sang anak tentunya hehehe)

Ayo antrii...tante Ari mau bagi bagi permen hehehehe

Kompornya boleh juga dilukis...supaya makin cantik (tebak tangannya siapa...pastinya mba Jane hehehehehe)

Anak-anak semangat ikutan melukis kompornya

Kiki sedang mengambar bunga di kompornya

Kiki juga menggambar cap tangan di kompor...seru ya Ki

Lalu dibikin elemen kompornya...terbuat dari batang eskrim yang ditempel ke CD bekas

Sambil gendong dedek Fahri, tante Widia tetap nge cat..

Tante Jane lagi bikin mobil, request nya Shafa dan Gibran

Tante Jane jago sekali melukis...saluuut

Nahhh...begini ni bentuk kompornya...selanjutnya tinggal pasang knob dari tutup botol dan keran nya dari pompa sabun cair, gambar komplitnya menyusul ya...tante silvi nya keburu cabut hehehehehe

Seru banget ya moms...ternyata dengan bermodalkan bahan bekas, kita bisa bikin suatu barang yang sangat berdaya guna dan bermanfaat. Bikinnya gampang, murah biayanya...dan tentunya turut menyelamatkan lingkungan.

Terimakasih untuk mba Jane yang sudah menuangkan idenya yang briliyant untuk membuat kompor yang cantik, terimakasih untuk mba Ari yang bersedia rumahnya bengkel workshop hehehehe dan juga suguhan makannya yang yummmyyyy....wahhh salut buat mba Ari. Terimakasih juga untuk moms yang berpartisipasi ada mba Ati, mba Widia, mba Elly, mba Vitri, mba Eni, mba Garli, mba Asti, mba Naeke, mba Virda, mba Fitri, mba Didie, Teh Lina, Teh Irin, mba Nurul dan mba Idha.




Selengkapnya....

Selasa, 04 November 2008

Sembuh Batuk Pilek, Eh Kena Lagi!

Kemungkinan penyebab batuk pilek ada dua kalau tidak infeksi ya alergi.

BATUK pilek merupakan salah satu penyakit "langganan" si kecil. Baru saja kemarin sembuh, eh sebulan kemudian terjangkit lagi. Tak perlu khawatir berlebihan, anak balita yang terpapar batuk pilek 6 sampai 8 kali per tahun atau 2 bulan sekali masih dianggap wajar. Yang tidak normal kalau sudah satu bulan sekali apalagi kalau 1 bulan 2 kali.

Frekuensi batuk pilek umumnya akan menurun sendiri seiring bertambahnya usia anak dan semakin baik sistem pertahanan tubuhnya. Tentu ini dengan catatan, bila asupan gizinya baik, waktu istirahatnya cukup dan anak tidak melakukan aktivitas berlebihan serta daya tahan tubuhnya makin kuat.

Batuk-pilek sendiri merupakan gejala di saluran napas (respiratorik) , terutama saluran napas bagian atas. Secara garis besar penyebabnya ada dua, yakni infeksi dan alergi.

BATUK PILEK INFEKSI

  • Penyebab: si kecil diserang jasad renik, seperti kuman, mikroba atau virus. Namun penyebab terbesar adalah virus.
  • Ciri khas: demam dan tubuh pegal-pegal/ ngilu (balita biasanya tidak dapat mengungkapkan gejala yang disebut terakhir).
  • Rentang waktu kesembuhan: 2-3 hari dengan catatan anak diberi asupan gizi yang mencukupi, istirahat yang baik dan melakukan semi bedrest (tidak sekolah dulu, tidak main- dulu/aktivitas dibatasi).
  • Pengobatan: sebenarnya bisa sembuh dengan sendirinya. Maka itu pengobatan terbaik adalah dengan cara banyak istirahat dan minum banyak serta tentu saja dengan meningkatkan daya tahan tubuh si kecil. Dr. Darmawan Budi Setyanto, Sp.A., dari Pusat Asma Anak, RSCM-FKUI menegaskan, pengobatan tebaik batuk pilek adalah dengan "mengusir" akar penyebabnya bukan gejalanya.

Jadi kalau si kecil terkena radang tenggorokan maka yang harus disembuhkan ya radangnya bukan gejala-gejala yang mengikutinya, seperti batuk berdahak, pilek dan lainnya. Berkaitan dengan itu, Darmawan kurang menyetujui pemberian obat-obatan semacam pereda batuk (antitusif) atau obat pereda flu. "Itu sama saja dengan mengusir 'dewa penolong'. Jangan lupa batuk-pilek sebenarnya adalah mekanisme tubuh untuk mengeluarkan penyakit dan mengamankan saluran pernapasan. Jadi batuk pilek itu adalah 'kawan baik' manusia. Bayangkan kalau tidak ada batuk pilek justru kita akan 'tenggelam' dalam lendir sendiri. Karena itu, cara pengobatan yang terbalik (hanya mengobati gejala dan bukan penyebabnya) adalah tidak efektif. Yang benar adalah dengan meningkatkan daya tahan tubuh anak sehingga mampu mengusir kuman, bakteri, virus yang masuk ke dalam tubuh!"

BATUK PILEK ALERGI :

Bila batuk pilek si kecil berkelanjutandalam artian lebih dari 3 hari belum juga sembuhkemungkinan besar batuk-pileknya disebabkan alergi.

Penyebab: reaksi berlebihan pada saluran napas (hidung/tenggorokan ) terhadap suatu pencetus.

WARNA INGUS

Ternyata warna ingus dan dahak memiliki arti tersendiri, yakni:
  • Putih atau bening: menunjukkan sebagai awal terjadinya atau terpaparnya penyakit
  • Keruh kekuning kuningan: sudah ada "pertempuran" antara antibodi dan penyakit.
  • Hijau: tanda batukpilek akan sembuh. Warna hijau menunjukkan di dalam ingus/dahak terdapat bakteri, mikroba, virus yang mati.

TAK PERLU ANTIBIOTIK

Batuk pilek yang berlangsung lama terkadang membuat khawatir orangtua (terlebih yang belum memahami bahwa kebanyakan pencetusnya adalah alergi). Mereka pun akhirnya melakukan doctor shopping (gonta-ganti dokter). Toh, itu terkadang bukan solusi terbaik. Apalagi bila dokter yang dikunjungi malah meresepkan antibiotik. Seperti dikatakan Darmawan "Apa yang terjadi di atas adalah sindrom teh botol. Iklan teh botol kan bunyinya, apa pun makannya, minumnya teh botol. Begitu juga dengan contoh di atas, apa pun penyakitnya, obatnya adalah antibiotik."

Padahal untuk mengobati batuk-pilek, tidak perlu sampai gonta-ganti dokter apalagi sampai mengonsumsi antibiotika. Obatnya mudah kok, yaknisekali lagimeningkatkan daya tahan tubuh anak dengan cara memberinya asupan yang bergizi, perbanyak minum dan istirahat yang cukup serta tentu hindari pencetus.

ANEKA PENCETUS ALERGI

Menurut Darmawan, faktor pencetus alergi terbagi tiga, yaitu lingkungan, makanan, dan hal lainnya. Berikut beberapa contohnya:

* Lingkungan.

  • Debu rumah dan tungau. Biasa terdapat pada karpet bulu, boneka bulu, gorden, tumpukan koran/majalah/ buku.
  • Kapuk pada kasur, bantal, guling, boneka.
  • Asap, bisa karena asap rokok, asap dari dapur, obat nyamuk, sampah, dan kendaraan bermotor.
  • Rontokan bulu binatang.
  • Renovasi rumah; debu bangunan, semen, hingga bahan kimia lainnya, seperti pada cat.

* Makanan.
  • Makanan/minuman dingin.
  • Permen dengan segala variasinya.
  • Cokelat dan segala olahannya
  • Aneka bahan penyedap rasa buatan.
  • Gorengan.
  • Kacang dengan segala olahannya.

* Hal-hal lain:
  • Infeksi respiratorik akut; flu/batuk-pilek- demam.
  • Kelelahan atau stres baik fisik maupun psikis.
  • Aktivitas fisik berlebihan seperti berlarian, teriak-teriak, menangis, tertawa berlebihan.
  • Perubahan musim atau pancaroba.

CIRI ALERGI

  • Ciri khas batuk-pilek alergi: batuk "membandel"/ susah sembuh, timbul berulang dalam rentang waktu yang pendek.
  • Rentang waktu penyembuhan: lebih dari dua minggu.
  • Pengobatan: hindari pencetusnya sebisa mungkin maka anak akan sembuh dengan sendirinya. Bahkan bila berhasil menghindarinya 100% batuk-pilek si kecil tidak akan kambuh lagi.
  • Catatan: Bisa saja pada awalnya anak terkena batuk pilek yang disebabkan infeksi (ada virus/bakteri/ jasad renik lain yang masuk ke dalam tubuhnya), namun bila dalam 3 hari tidak sembuh maka sumber utamanya adalah alergi.

WASPADAI ASMA

Untuk lebih meyakinkan apakah benar si kecil memiliki bakat alergi, lakukan investigasi sederhana yakni dengan merunut siapa dari kedua keluarga kita yang memiliki riwayat alergi. Ini berarti termasuk melihat riwayat kesehatan paman, bibi, hingga kakek-nenek. "Jika ada, kemungkinan anak kita memang benar mempunyai alergi dan itu berarti berisiko besar sebagai pengidap asma," kata Darmawan.

Ciri-ciri anak pengidap asma adalah: sesak napas/ mengeluarkan bunyi mengi, batuk malam hari yang mengganggu tidur padahal siangnya "normal", kadang batuk disertai muntah (terutama pada anak balita), terjadi batuk pasca beraktivitas yang melelahkan serta gejala bisa membaik tanpa atau dengan obat. Gejala-gejala ini sering disalahartikan sebagai vlek paru karena foto rontgen kerap menunjukkan gambaran vlek pada paru-parunya. Padahal, jelas Darmawan, hasil foto rontgen tidak bisa dipercaya 100%. "TBC pada anak hanya bisa dibuktikan dengan tes Mantoux. Batuk yang sering dan lama pada anak tidak bisa disamakan dengan orang dewasa. Pada orang dewasa, batuk lama bisa jadi TBC. Tapi pada anak-anak, kemungkinan besar adalah alergi alias batuk asma."

Satu-satunya penanganan asma yang efektif adalah dengan mengendalikannya. Jangan lupa, asma merupakan penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Kalaupun ada obat hanya sebatas sebagai pereda dan pengendali. Lantaran itu, penderita asma mesti melakukan pola hidup yang benar, Kembali pada makan makanan yang sehat, minum cukup, olahraga teratur, dan hindari pencetus.

Penulis : Gazali Solahuddin

Selengkapnya....

Senin, 23 Juni 2008

HMFD part 2

info ini aku langsung dapat dari dokter chevronnya.. .semoga bisa bermanfaat.. .
Thanks for info sharing.

Sekedar menambahkan aja, HFMD merupakan penyakit yg disebabkan coxsakievirus. Ditandai dengan munculnya ruam, blister pada mulut, tangan dan kaki. Tidak semua orang yg terkena virus ini akan menunjukkan gejala/penyakit, tergantung kepada imunitas dirinya. Orang dewasa jarang terkena karena dirinya imunitasnya lebih kuat dibandingkan anak-anak
Gejala klinis yang sering muncul adalah :

• Biasanya anak mulai mengeluh demam, berkurrang nafsu makan, lemas/kecapeaan dan sering disertai dengan nyeri tenggorokan ataupun sakit menelan.

• Satu atau 2 hari setelah demam, sakit di daerah mulut mulai kelihatan. Biasanya terlihat lesi kecil (seperti sariawan) dan biasanya terdapat di lidah, dan mukosa pipi bagian dalam.

• Kemudian diikuti dengan munculnya rash (bintik-bintik halus) yang tidak gatal di telapak tangan maupun kaki, juga bisa muncul di daerah pantat dan organ genitalia (jarang sich).
Pada case ini, ibu Zidane curiga apakah ini cacar atau DBD …. Hal ini memang sering terjadi dan kewaspadaan orang tua sangat perlu (appreciate buat ibu Zidane ☺ )

Pengobatan :
• Benar apa yg disebut ibu zidane, there is no specific treatment for this HFMD.
• Biasanya pengobatannya hanya simptomatik (artinya mengobati gejala yang muncul)
Misalnya :
Demam diberi antipiretik (yg kita punya, paracetamol syr,pyrexin)
Kalau nyeri diberi analgetik (ibuprofen)
Sakit di mulut diberi mouthwashes (pada dewasa diberi Tantum Verde)
Dll lah, seperti imonimodulator, vitamin etc
Namun yg paling penting adalah intake cairan untuk mencegah dehidrasi.

Tentunya pertanyaan yang paling penting bagi kita adalah Bagaimana mencegah HFMD, nih ada beberapa nasehat :
1. Sampai saat ini dari literatue yg gue baca, tidak ada vaccine untuk virus ini
2. So yg bisa kita lakukan adalah :

a. Good hygiene practices, cuci tangan (motto kita Clean Hands Save Lifes)

b. Bersihkan benda-benda yg kotor yang mungkin terjangkit misalnya mainan anak, bola-bolaan, dsb lah … pakai pembersih lho chlorine

c. Hindarkan close personal contact (ciuman, berpelukan, sharing spoon, cup atau piring). Kalau perlu pasien di isolasi ☹

d. Untuk mengurangi sakit di mulut. Kadang-kadang nih, tapi ga mutlak. Biasanya untuk diberikan ice chip (seperti walls) yg dihisap atau dikasi air dingin. Tapi awas malah jadi radang tenggorokan. Hidari makanan yg pedas dan panas dan jangan lupa kumur-kumur dengan air hangat sehabis makan. Yg pernah gue baca : ½ sendok the garam dicampur 1 gelas air hangat kemudian dikumur-kumur seperlunya.

Komplikasi :
Komplikasi yang sering adalah dehidrasi namun biasanya penyakit ini sembuh sempurna. Ada varian dari coxsakievirus 71 yang menyebabkan gangguan syaraf (meningitis, encephalitis pada anak) dilaporkan pada tahun 1997 di Asia dan Australia. Terakhir menyebabkan kematian di China. Inilah yg menghebohkan, dan mudah2an tidak terjadi di Indonesia.. amiiin….

Posted by Jenny M. Irfan

Selengkapnya....

HMFD

Senin kemarin, anak saya. Zidane diopname di medical, menurut dokter dia kena virus hmfd (hand, mouth, foot disease) atau penyakit tangan, kaki, mulut atau ada yang menyebut juga flu Singapur. Ga tau dari mana asal muasal virus itu bisa bercokol di tubuh anak saya, karena saya satu bulan terakhir tidak pergi kemanapun (bahkan Pekanbaru sekalipun). Menurut dokter bisa jadi karena tertular dari lingkungan karena anak juga sudah bersekolah.

Kronologisnya gini : hari sabtu pagi anak saya main di kebun. Terus saya lihat dengkulnya bintik-bintik (brutusan) kayak kena ulat. Trus saya tanya gatel ga? Dia bilang gatal. Cepat saya mandikan dan ditaburi bedak salicyl, tempat gatalnya saya olesi caladine. Hari ini dia masih beraktivitas seperti biasa, malah sempat datang ke ulang tahun temannya. Anak saya keluar bintik dulu baru panas jadi saya ga aware bahwa bintik tersebut disebabkan virus. Malamnya suhu badan anak saya mulai menghangat, waktu saya ukur suhunya 36.5`C. Keesokannya paginya, hari minggu, suhu badannya meningkat jadi 37 dan bintik-bintik mulai muncul di telapak tangan dan kaki, saya periksa mulutnya ada sariawan lk 2 buah. Takut kalau dia terserang dbd atau cacar yang lagi mewabah saya putuskan untuk pergi ke emergency. Waktu itu dokter yang menanggani sudah menyuruh untuk opname karena melihat gejalanya anak saya terkena hmfd. Tapi karena masih kurang yakin ,disarankan untuk diperiksa oleh dokter anak.

Hari Senin, saya bawa kedua anak saya ke dr. Alina. Kakaknya positif hmfd adiknya tidak, jadi kakaknya disarankan untuk opname. Sebenarnya tidak semua hmfd harus opname tapi dilihat kasus per kasus. Kasus anak saya adalah kasus hmfd pertama di duri yang diopname (sebulan sebelumnya ada anak yang terkena hmfd tapi tidak diopname) karena anak saya terlihat lemas dokter khawatir intake (masukan) ke badan anak saya kurang dan menyebabkan virus hmfdnya betah bercokol.

Yang saya khawatirkan, virus ini ternyata mudah menular ke anak balita terutama yang intens berkumpul dengan penderita. Sebenarnya tindakan pencegahan sudah saya coba lakukan tapi ternyata adiknya sempat tertular, mungkin karena saya sibuk di medical, jadi makan dan minumnya ga ke kontrol. Hari rabu bintik-bintik muncul di pahanya, karena khawatir hari itu juga saya bawa ke dokter Alina. Pas di periksa dokter bintik sudah mulai muncul di telapak tangan dan kaki, sariawan juga sudah ada di mulut suhu badannya mulai naik. Dokter memberikan alternatif, kedua anak saya diopname atau dirawat di rumah. Saya memilih di rumah dengan syarat anak harus cukup makan, minum, vitamin dan suhu badan dikontrol.

Alhamdulillah, sekarang keduanya sudah baik. Tapi tadi malam saya mendapat kabar anak teman sepermainan yang kebetulan hari sabtu itu bermain akrab dengan anak saya tertular virus hmfd tersebut, juga anak yang suhu badannya naik. Semua terjadi pada hari Rabu sama seperti anak saya yang kedua. Saya jadi berasumsi bahwa virus sudah ada di tubuh anak seminggu sebelum bintik keluar dan dapat menularkan pada yang lain pada saat bintik mulai keluar (lebih kurang 4 hari setelah kontak). Kecuali daya tahan tubuh anak sedang baik, virus ini tidak akan menyerang. Biasanya anak panas dulu baru keluar binti pada anak saya bintik keluar lebih dulu baru panas (jadi saya ga aware kalau penyebabnya virus).

Setelah saya mengalaminya, Hmfd ini sembuh dengan sendirinya, beri makan dan minum yang banyak, vitamin, istirahat dan menjaga kebersihan. Kalaupun dikasih obat biasanya obat flu dan obat turun panas.

Bila anak kita kena hmfd :

1. Siapkan obat turun panas yang cocok untuk anak kita (saya pakai sanmol, karena rasanya enak dan cocok untuk anak saya)

2. Bila sariawan gunakan kenalog (biasanya diresepkan olah dokter medical atau beli di apotik) Berikan bisa pada saat bangun tapi kalau anak tidurnya mangap lebih mudah pada saat dia tidur.

3. Air mandi campur dengan dettol dan mandikan dengan lactacyd baby.

4. Makan dan minum yang banyak, kalau anak yang masih menyusu kena hmfd, untuk ibunya lupakan sejenak diet kita supaya air susu yang dikonsumsi tetap banyak dan berkualitas.

5. Jangan lupa vitamin

6. Cek suhu badan anak, kalau terlalu panas bawa ke emergency.

7. Pisahkan alat makan dan minum dari yang balita yang lain.

Untuk menghilangkan virus atau kuman, pencegahan yang saya lakukan :

1. Air bilasan terakhir pada saat mencuci baju saya tuangi dettol, ukuran sesuai banyak baju atau aturan pakai di kemasan.

2. Lantai di pel pakai bayclin.

3. Mainan yang bisa dibersihkan atau dicuci, saya cuci dengan dettol.

Ya itu ikhtiarnya dan jangan lupa berdoa semoga keluarga selalu diberi kesehatan lahir batin. Tapi kalau anak sudah terlanjur sakit ya kita harus sabar menghadapinya. Terus kalau ada anak teman yang sakit jangan lupa beri dukungan dan perhatian untuk keluarganya. Bisa nambah semangat lho.. (Ini pengalaman yang saya rasakan). Ga perlu nengok kalau penyakitnya itu virus yang menular dan kita khawatir akan ketularan, cukup telp untuk menanyakan kabar dan kasih doa dan dukungan.

Kemarin waktu anak saya diopname saya menyarankan teman-teman untuk ga nengok ke medical, terutama yang punya anak balita, soalnya takut menularkan virus. Gitu aja dech Mom`s moga cerita yang cukup panjang ini ada gunanya. Buat moms yang anaknya sakit tetap semangat ya.. moga cepat sehat dan ceria lagi buah hatinya. Makasih dukungannya waktu saya menghadapi cobaan ini. Khusunya buat Fitri Anto, Citra, Lina, Mbak Galuh, Yani, Mbak Ida, Mbak Agnes, Mbak Iin (tetanggaku yang baik) dan ga lupa buat asistenku yang sabar nemenin anakku yang kedua selama saya menunggui anak yang diopname. Thx ya..

Posted By Lily Asep

Selengkapnya....

Minggu, 08 Juni 2008

Tips Membersihkan semua perabot plastik/melamin

Perabot plastik dan melamin ada di sekitar rumah kita. Dari Rice Box, kursi, gayung, ember, etc... Sering warnanya berubah sangat dekil menyebalkan. Digosok-gosok sampai peluh bercucuranpun gak pernah hilang, malah permukaannya menjadi terluka dan kasar.
Entah kena wangsit apa, suatu saat keisengan saya memperoleh hasil mencengangkan saking ces plengnya ;-) Sudah lama pengen posting ke majalah wanita ato apalah, lumayan ngeceng nama. Kalo gak bisa ngeceng nama dalam jurnal-jurnal ilmiah, boleh lah muncul nama gw dr tips ngebersihin ember :-P emberrrrrrrr
Basahi barang plastik/melamin yang ingin anda bersihkan. Ambil lap basah, peras hingga tinggal kelembabannya. Basahi kain itu dengan pembersih lantai yg anda punyai asal ber-akhiran OL (Lysol, Baysol, pokoknya karbol) usapkan ke permukaan yg dekil (nyantai aja ngusapnya). Bim Salabim, adakadabra, barang plastik anda akan seperti baru kembali....
P.S.
Selama ini iklan karbol khan kagak pernah dipakai pembersih plastik yah ? Ajegile, gw bisa minta duit ama mereka krn mereka dapet bahan baru untuk promosi :-D

-by Lukie Damayanti-

Selengkapnya....

Senin, 02 Juni 2008

Soal Cacar Air

Sebagai teman yng pernah mengalami hal yang sama...aku mau sharing apa yg kualami. Ternyata cacar itu bukan hal yang mengkhawatirkan. .awalnya aku worried banget takut ketularan ama anak2 yang kena cacar. ternyata disaat worried..malah bener2 dikasih kurikulum ini sama Yang Diatas.. yo wis, memang kurikulumku sebagai benteng rumah tangga utk menguji kesabaranku dalam berikthiar.. .disaat sdh kena.. saat menunggu waiting list who's next memang ada rasa takut juga..

Beberapa bulan lalu dalam satu rumah 5 anggota keluarga berturut2.. dari asisten, Dimas, Nano, Nana, sampai suamiku juga terakhir kena. 2bulan aku heboh ngurusin per cacar air an ini..
Disaat browsing di internet banyak info yg kutemui.. ttg bgmn menangani cacar air.


Tapi ada beberapa hal yang kupraktekkan dan alhamdulillah berhasil:

  1. Ga mandi disaat cacar air (seperti jaman dulu aku cacar ga mandi) ternyata mitos. Karena malah klo ga mandi, malah kuman2nya jd terpelihara. Akhirnya mereka mandi semua
  2. Abis mandi, disiram air detol yang sdh diencerkan (ada komposisinya berapa banding berapa)... atau mandi air pk yang warnanya ungu itu..tp anak2ku pada takut mandi pake air warna ungu itu.. lucuu juga takut air warna ungu.. ga biasa kali ya.. ya udah... jd ikhtiarnya pake air detol malah lebih ok.
  3. Biasanya cacar seringnya ga dikasih antibiotik.. pdhl ternyata antibiotik itu perlu utk menjaga agar tidak terjadi infeksi sekunder sehingga lukanya (mana tau ada yang terinfeksi) bisa lebih mudah pulih.. (ini berdasarkan sumber seorang dokter senior). Jadi ternyata bener...disaat Dimas cacar lgs kubeliin antibiotik di apotik..lebih cpt pulih, dibanding dg Nano & Nana yg baru 3 hari dari kena cacar, baru kukasih..lebih lama pulihnya.
  4. Aku bersyukur anakku kena cacar saat masih kecil, krn ternyata klo masih kecil, bekasnya lebih mudah hilang..dan biasanya ga separah cacar orang dewasa. Tnyt, bener..suamiku disaat kena..demamnya lama..meriangnya lama..perjuangan lah pokoknya.
  5. Minum air kelapa hijau...yg katanya bisa mengeluarkan virus2 cacar yg masih nyisa.
  6. Klo malam2 njerit2 kegatelan, aku siapkan caladine lotion..oles2. ..dingin. . anak kita bisa tidur lagi.
  7. Tambah vitamin penguat stamina utk anak kita.. supaya tdk lemah thd serangan virus cacar ini.
  8. Klo punya adik..yng blm kena.. diikhtiarkan dijauhkan dari kakaknya..tp klo anakku...gagal dijauhkan.. lagi parah2nya..mo dilarang mo dikarantina. .kacian juga..ga tega.. saat itu hobinya meluk adiknya..ya sutra lah..sekalian repot semuanya udah kena..:-)
  9. Emaknya..juga kudu staminanya dijaga..vitamin, makan minum bergizi..biar ga tumbang juga.. semua vitamin, sayuran buah2an kusantap spy aku tetap kuat ngurusin mereka.
  10. sisanya, tinggal berdoa..serahkan sama Yang Maha Pengatur.. apapun hasilnya, pasti Diatur-Nya sesuai dg kemampuan kita.. berapa lama cacar itu berlangsung relatif banget masing2 orang..
Moga2 bermanfaat..
Mohon maaf lahir batin..


Thx & Best Regards,
Eva

Selengkapnya....

Minggu, 18 Mei 2008

TIPS IICD

- Perabot plastik dan melamin ada di sekitar rumah kita. Dari Rice Box, kursi, gayung, ember, etc... Sering warnanya berubah sangat dekil menyebalkan.
Digosok-gosok sampai peluh bercucuranpun gak pernah hilang, malah permukaannya menjadi terluka dan kasar.
Basahi barang plastik/melamin yang ingin anda bersihkan. Ambil lap basah, peras hingga tinggal kelembabannya.
Basahi kain itu dengan pembersih lantai yg anda punyai asal ber-akhiran OL (Lysol, Baysol, pokoknya karbol) usapkan ke permukaan yg dekil (nyantai aja ngusapnya). Bim Salabim, adakadabra, barang plastik anda akan seperti baru kembali....
Kiriman: Lukie (milis IIC)



- Tips memakai wajan Martabak manis:

1.wajan baru cuci bersih trus di ampas lalu di cuci lagi yang bersih.
2.setelah di amplas keringkan lalu oles dengan minyak goreng kemudian masukan dalam plastik bersih simpan rapat.
3.kalau mau pakai jangan di cuci lagi kan masih bersih langsung aja di dudukin dgn manis di atas stove jangan terlalu panas apinya.
Kiriman: Ari-Budi K (milis IICD)


- Ibu2 aku mau kasih tips neh, soal masalah BB ada obat yg mujarab n murah meriah namanya TAWAS, caranya gampang beli tawas di pasar simpang or sibanga beli aj 2rb, taruh di botol dan kasih air secukupnya, dipake satelah mandi ambil kapas sedikit trus diusap2 ke ketiak, kalau rutin pasti hilang BB dan bisa juga kinclong hehehehe. klu minat boleh dicoba, dari pada beli deodorant mahal kan.........
Kiriman: Delvianis (milis IICD)

Selengkapnya....

Selasa, 18 Maret 2008

Aneka Tips Dapur

TAKARAN BERAS
Bagi yang belum berpengalaman, memang tak mudah untuk memastikan, seberapa banyak nasi yang akan dimasak untuk dihidangkan ke tengah keluarga. Mudah saja. Ambil piring kecil, taruh beras di atasnya. Takaran itu sama dengan sepiring nasi ukuran sedang.

TOMAT TETAP SEGAR
Agar tomat yang sudah dikupas tidak berubah warna menjadi kecokelatan, masukkan saja ke dalam air di dalam baskom. Kemudian, taruh sepotong roti di atasnya. Dengan cara mudah ini, tomat tidak akan kehilangan warna segar aslinya.

KENTANG GORENG RENYAH
Agar renyah dan cantik, masukkan kentang yang sudah dikupas dan dipotong-potong ke dalam air selama 5 menit. Lalu, buang airnya dan tiriskan hingga kering. Ya, tepung inilah yang menyebabkan kentang menggumpal dan menempel di wajan saat digoreng. Untuk mendapatkan kentang yang ekstra renyah, taburkan sedikit tepung halus sebelum digoreng.

BROWNIES MULUS
Agar kue hitam manis ini tidak rusak saat dipotong-potong, gunakan saja pisau yang terbuat dari plastik. Mudah dan potongan brownies tetap rapi saat disajikan.

DAGING EMPUK
Agar daging menjadi empuk saat dimasak, jangan taburi daging dengan garam sebelum di masak. Garam akan akan membuat daging menjadi keras atau alot setelah matang. Artikel diambil dari: tabloidnova.

Selengkapnya....

  © Blogger templates Newspaper III by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP